Buku ini mampu mengungkapkan kedua sisi hidup mereka. Sebab, betapapun jeniusnya seorang Albert Eistein, ia manusia yang tidak luput dari ambisi, ketidakpedulian, juga amarah. Eistein menyadari bahwa ia tidak begitu hebat dalam menuangkan gagasan kedalam perumusan matematis dan ia berutang budi kepada kawan-kawan dekat yang membantu merumuskannya.